Masyarakat Bali yang Saya Cintai,

Pada hari yang berbahagia ini saya ingin berbagi ajakan sangat sederhana yakni : “MARI LAKUKAN HAL KECIL UNTUK SELESAIKAN MASALAH BESAR”.

Sahabat semua yang saya hormati,
Sudah satu bulan lebih ruang publik kita dipenuhi hiruk pikuk pemberitaan mengenai Virus Corona. Tiba-tiba banyak sahabat yang merasa sangat pintar tentang Virus Corona, dan karena itu memberi penilaian bahwa pemerintah kurang tanggap, pemerintah lamban, pemerintah gagap, dll. Bahkan banyak juga sahabat tiba-tiba seperti pakar kesehatan masyarakat (public health) , dan karena itu memberi saran seharusnya semua sudut pulau Bali disemprot desinfektan, seharusnya Bali lockdown, seharusnya PMI jangan dikasi pulang, seharusnya semua PMI yang pulang dikarantina, dll.

Saya tentu memberikan apresiasi positif kepada semua sahabat atas kepeduliannya terhadap penyebaran Covid-19 di Bali, meskipun substansi penilaian dan sarannya belum tentu bisa saya terima dari perspektif Disaster Management.

Namun demikian, saya tidak bermaksud berbagi pengetahuan tentang Disaster Management untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini. Saya ingin berbagi cerita yang ringan saja, yang tidak terlalu ruwet, yang banyak orang mudah memahaminya dan mudah melakukannya.

Sahabatku tercinta,
Adakah diantara kita pernah melihat wujud fisik Virus Corona itu secara nyata ?
Saya pastikan tidak ada, karena virus ini tidak bisa dilihat dengan mata kita, dengan mikroskop biasa juga tidak bisa dilihat. Virus ini hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron, dan karenanya hanya orang yang bekerja di laboratorium mikrobiologi yang bisa melihatnya.
Virus ini amat sangat kecil, tetapi akibat yang ditimbulkannya amat sangat besar. Dia tidak hanya menginfeksi sistem pernafasan manusia sehingga menimbulkan sakit secara klinis dan kadang menimbulkan kematian pada penderitanya, tetapi hari ini Virus Corona melumpuhkan dunia. Sesuatu yang amat sangat kecil ternyata bisa menimbulkan masalah yang amat sangat besar.

Saya tertarik dengan frasa “sesuatu yang amat sangat kecil ternyata bisa menimbulkan masalah yang amat sangat besar”. Saya ingin menggunakan frasa itu dalam konteks pencegahan penyebaran Covid-19 di Bali.

Sahabat yang terhormat,
Prof. Wiku Adisasmito selaku Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa 20 % penularan Covid-19 melalui Droplet, dan 80% melalui tangan. Penularan melalui Droplet bisa dicegah dengan : a) menggunakan masker. Bagi yang sakit, masker berfungsi menahan supaya Droplet tidak mengenai orang lain. Bagi yang sehat, masker berfungsi melindungi dirinya supaya tidak kena Droplet dari orang lain; b) menjaga jarak fisik dengan orang lain. Dengan menjaga jarak fisik, maka kita terhindar terkena droplet orang lain ketika batuk/bersin/meludah.
Sedangkan penularan melalui tangan, bisa dicegah dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta hindari berjabat tangan dengan orang lain.

Kalau mengikuti penjelasan Prof. Wiku Adisasmito, maka pencegahan penularan Covid-19 dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan kecil yang sangat sederhana yakni : menggunakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Sederhana bukan ? Mudah dilakukan oleh semua orang, tidak menimbulkan biaya dan risiko sosial ekonomi yang tinggi. Hanya saja pelaksanaannya membutuhkan kedisiplinan yang kuat.

Kalau kita bisa mencegah penularan Covid-19 melalui tindakan kecil dan sederhana, mengapa kita harus memperdebatkan hal-hal yang besar (lockdown, karantina bagi puluhan ribu PMI yang pulang, dll) dengan risiko sosial, ekonomi & politik yang sangat luas. Karena itu, dengan segala hormat, mohon maaf saya kurang tertarik mendiskusikan hal-hal besar tersebut. Disaster management mengajarkan bahwa strategi mitigasi harus berdasarkan kajian risiko sehingga tindakan kita terukur sesuai dengan tingkat risiko yang kita hadapi.

Virus corona memberi pelajaran penting kepada kita semua, bahwa dengan ukurannya yang amat sangat kecil ternyata dia bisa menimbulkan masalah yang amat sangat besar bagi dunia.
Pelajaran penting ini bisa kita gunakan untuk menyelesaikan masalah besar yang kita hadapi saat ini dalam bentuk ajakan : “Mari kita lakukan tindakan-tindakan kecil (memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun & menjaga jarak fisik) untuk menyelesaikan masalah yang amat sangat besar yakni penyebaran Covid-19 yang telah melumpuhkan perekonomian dunia”.

Masyarakat Bali yang saya hormati,
Seperti apa yang telah saya sampaikan di atas, ijinkan saya menegaskan kembali ajakan sederhana saya : ” MARI LAKUKAN HAL KECIL UNTUK SELESAIKAN MASALAH BESAR”.
Kalau semua warga masyarakat Bali melakukan hal-hal kecil ini (memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak fisik) dengan penuh disiplin, saya optimis penyebaran Covid-19 di Bali bisa lebih cepat kita akhiri, dan selanjutnya mari kita move on raih kembali masa depan yang lebih baik.

Matur suksma dan salam hormat,
Ketua Harian Gugus Tugas Pecepatan
Penanganan Covid-19 Provinsi Bali,
ttd
Dewa Made Indra



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × 2 =